Learning Management System (LMS) Menggunakan Google Classroom Bagi Guru SDK Mardiwiyata 2 Malang

Main Article Content

Fransiskus Xaverius Agung Perkasa Jampur
Vinno Christmantara2

Abstract

SDK Mardiwiyata II Malang yang merupakan salah satu sekolah swasta dalam naungan Yayasan
Mardiwiyata memiliki 12 rombongan belajar yang terbagi ke dalam 12 kelas, dengan jumlah siswa
sebanyak 381 anak, dimana pada masa pandemi ini, pihak sekolah terpaksa melakukan pembelajaran
secara daring kepada seluruh siswa tehitung sejak bulan april 2020. Pada pembelajaran bagi
pendidikan sekolah dasar yang gagap akan teknologi tersebut pihak sekolah menggunakan platform
pembelajaran daring yang beragam seperti edmodo, zoom, google classroom, bahkan melalui grup
aplikasi percakapan WhatsApp, yang mana memiliki kesulitan dalam penggunaan platform, juga
perbedaan kemampuan guru dalam penguasaan teknologi informasi, dan kebinguan wali murid yang
sama-sama kaget menimbulkan permasalahan, maka dari itu kegiatan pengabdian ini dilaksanakan
dalam rangka menyeragamkan penggunaan platform sebagai learning management system (LMS) bagi
sekolah mitra dan sekaligus meningkatkan kemampuan pemahaman dan penguasaan Guru terhadap
fitur-fitur penting pada Google Classroom. Metode yang digunakan yaitu penyamaan persepsi pengabdi
dan mitra, pembuatan modul pelatihan, dan pelaksanaan pelatihan serta pendampingan guru.


SDK Mardiwiyata II Malang, which is one of the private schools under the auspices of the Mardiwiyata
Foundation, has 12 study groups divided into 12 classes, with a total of 381 students, where during this
pandemic, the school was forced to conduct online learning for all students since April 2020. In learning
for elementary school education that is undergoing a technology stuttering, the school uses various
online learning platforms such as Edmodo, Zoom, Google Classroom, even though the WhatsApp chat
application group, which has difficulties in using the platform, as well as differences in teacher abilities
in the mastery of information technology, and the confused parents who were both shocked caused
problems, therefore this service activity was carried out to uniform the use of the platform as a learning
management system (LMS) for partner schools and at the same time increase the ability of understanding
and mastery Teachers of important features of Google Classroom. The method used is the same
perception of servants and partners, composing training modules, and implementing training and
mentoring teachers.

Article Details

How to Cite
Jampur, F. X. A. P., & Christmantara2, V. . (2021). Learning Management System (LMS) Menggunakan Google Classroom Bagi Guru SDK Mardiwiyata 2 Malang. ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya, 5(02), 15–19. https://doi.org/10.37832/asawika.v5i02.47
Section
Articles

References

Astuti, P., & F, F. (2019). Blended Learning: Studi Efektivitas Pengembangan Konten E-Learning di Perguruan Tinggi . Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan TATSQIF, Vol 17 No 1, 104-119.

Azhar, K., & Iqbal, N. (2018). Effectiveness of Google classroom: Teachers’ perceptions. Prizren Social Science Journal, Vol 02 No 02.

Fauziah, U., Suryani, L., & Syahrizal, T. (2019, Juli). Penerapan Google Classroom Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Kepada Guru guru Bahasa Inggris di SMP di Subang. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Abdimas) IKIP Siliwangi, Vol 02 Nomor 2, 183 - 191.

Hamdani, A., Suryadi, L., Harsanto, K., & Broto, S. (2020). Pelatihan Penggunaan google classroom untuk menunjang kegiatan belajar bagi guru SMK Muhammadiyah 9 Jakarta. IKRAITHABDIMAS, Vol 3, 95-100.

Kurniawan, B., Purnomo, A., & Idris. (2020). Pelatihan Penggunaan Aplikasi Google Classroom Sebagai Upaya Peningkatan Pembelajaran Online Bagi Guru Matapelajaran IPS. International

Journal of Community Service Learning., Vol 04 Number 1, 1-9.