IBM TKK Santo Yusup 1: Implementasi Permainan Tradisional

Main Article Content

Felik Sad Windu Wisnu Broto

Abstract

Ada banyak nama yang disandang oleh manusia, salah satunya adala homo sociale. Kata sociale berasal dari bahasa Latin yang artinya teman. Homo Sociale bisa diartikan secara sederhana sebagai mahkluk yang berteman. Mahkluk yang memiliki kodrat berteman, memiliki kecenderungan hidup bersama orang lain. Dalam dunia pendidikan, sosialitas dimulai sejak anak menginjak bangku sekolah di taman kanak-kanak. Anak-anak sudah diajari bagaimana dia harus berteman, bersosialisasi bersama teman-temannya yang lain. Paradoksnya, ketika anak-anak di sekolah diajar untuk berteman (bersosialisasi), justru di rumah anak-anak disuguhi permainan- permainan game online yang bisa menggiring anak pada mentalitas asosial. Berangkat dari realitas inilah penulis mengajukan program pengabdian untuk menghidupkan kembali permainan-permainan tradisional, sebagai tindak lanjut dari penelitian yang menyimpulkan bahwa permainan tradisional ini justru mendukung anak untuk mampu bersosialisasi dengan orang lain. Permainan tradisional yang sudah diimplementasikan dalam progam pengabdian ini adalah permainan cublak-cublak suweng, jamuran, dakon, engklek, gobak sodor, bekelan, Gasing, ular naga, petak umpet, dan patil lele. Dari hasil pengabdian ini diketahui bahwa anak-anak yang mengikuti kegiatan permainan tradisional memiliki kemampuan bersosialisasi yang lebih baik.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Sad Windu Wisnu Broto, F. (2019). IBM TKK Santo Yusup 1: Implementasi Permainan Tradisional. ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya, 4(01), 8-13. https://doi.org/10.37832/asawika.v4i01.10
Section
Articles

References

Aisyah, Siti. (2012). Perkembangan dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia Dini, Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka.
Asmawati, L., (2013). Pengelolaan Kegiatan Pengembangan Anak Usia Dini, Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka.
Hatimah, Ihat. (2007) Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan, Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka.
Hurlock, Elizabeth. (1988). Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.
Hurlock, E. B. (1999). Psikologi Perkembangan Jilid 1. Jakarta: Erlangga Mutiah, D., (2010). Psikologi Bermain Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana.
Rachmi, Tetty. (2013). Ketrampilan Musi dan Tari, Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka.
Sujarno, Galba, S., Larasati, T.A. & Isyanti. (2013). Pemanfaatan Permainan Tradisional dalam Pembentukan Karakter Anak. Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Yogyakarta
Syaodih, E. dan Agustin, M. (2012). Bimbingan Konseling untuk Anak Usia Dini, Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka.
Tim PKP PG-PAUD. (2013). Panduan Pemantapan Kemampuan Profesional, Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka.
Wardhani dan Kuswaya. (2012). Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka.
Widarmi D Wijana, dkk. (2013). Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini, Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka.
Winda Gunardi, Lilis Suryani dan Azizah Muis. (2013). Metode Pengembangan Perilaku dan Kemampuan Dasar Anak Usia Dini, Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka.