https://asawika.journalwidyakarya.ac.id/index.php/asawika/issue/feed ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya 2020-07-26T08:03:38+00:00 Diah Imaningrum Susanti ella@widyakarya.ac.id Open Journal Systems ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya https://asawika.journalwidyakarya.ac.id/index.php/asawika/article/view/62 PKM Pendidikan Entrepreneurship Bagi Pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Munggugianti 2020-07-26T08:03:38+00:00 Sri Nathasya nathasya.sitepu@ciputra.ac.id <p>PKM pendidikan <em>entrepreneurship</em> diberikan kepada pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Munggugianti, Kacamatan Benjeng Kabupaten Gersik. Tujuan kegiatan PKM memberikan pengetahun berbasis <em>entrepreneurship</em> untuk mengembangkan unit bisnis di Desa Munggugianti. Pelaksanaan kegiatan di Desa Munggugianti selama 12 bulan. Model pendidikan <em>entrepreneurship</em> dikelompokkan dalam empat tahapan pembelajaran diantaranya: 1) Penggalian potensi <em>entrepreneurship </em>dari masing-masing pengelola BUMDes<em>, </em>2) Transfer <em>knowledge </em>(konsep <em>entrepreneurship), </em>3) <em>Project based learning </em>(Menyusun unit bisnis baru), 4) Mentoring dan evaluasi bisnis. Hasil kegiatan PKM berupa <em>master plan</em> wisata terpadu Desa Munggugianti yang selanjutkan akan dikembangkaan menjadi unit bisnis baru pada BUMDes Munggugianti.</p> Copyright (c) https://asawika.journalwidyakarya.ac.id/index.php/asawika/article/view/61 d DESAIN FASILITAS RUANG SERBA GUNA WISATA KULINER DELES SURABAYA 2020-07-01T09:29:47+00:00 Widriyakara Setiadi widriyakara.setiadi@ukdc.ac.id <p>Menu aneka makanan yang murah meriah serta enak adalah daya tarik utama sebuah tempat kuliner, khususnya tempat wisata kuliner di kota Surabaya. Tempat dan letak yang strategis suatu wisata kuliner akan menjadi nilai tambah ekonomis tersendiri bagi wisata kuliner. Kelengkapan fasilitas pendukung pada sebuah wisata kuliner juga menentukan frekuensi minat pengunjung untuk datang terus menerus berkunjung kembali tempat tersebut. Di lain sisi, keterbatasan tempat, luas ruang, dan dana mengakibatkan sebuah wisata kuliner tidak dapat berkembang. Oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi agar sebuah wisata kuliner dapat terus berkembang, tidak terkecuali Wisata Kuliner Deles di Surabaya.</p> <p>Adapun, tujuan dari pengabdian masyarakat di Wisata Kuliner Deles ini adalah memberikan solusi desain bagaimana menambah kebutuhan ruang dan meningkatkan performa Wisata Kuliner Deles. Dengan adanya penambahan fasilitas Ruang Serba Guna dan wisata <em>instagramable</em> di Wisata Kuliner Deles akan menambah daya tarik wisata kuliner, meningkatkan nilai ekonomis serta membuat frekuensi pengunjung untuk terus kembali ke Wisata Kuliner Deles.</p> <p>Metode yang digunakan oleh tim pengabdian masyarakat ini adalah observasi lapangan, sedangkan pengumpulan data dengan metoda wawancara, dokumentasi foto, dan studi literatur. Data-data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Dari data yang diperoleh menunjukan bahwa faktor ketersediaan fasilitas ruang sangatlah penting.</p> <p>Hasil simpulan dalam penelitian ini menghasilkan sebuah rancangan desain Ruang Serba Guna yang dapat dimanfaatkan oleh semua kalangan, baik bagi pengurus, pedagang, maupun pengunjung. Harapanya fasilitas Ruang Serba Guna ini akan meningkatkan penghasilan pedagang yang pada akhirnya menaikkan taraf kehidupan pedagang di Wisata Kuliner Deles.</p> Copyright (c) https://asawika.journalwidyakarya.ac.id/index.php/asawika/article/view/59 Pelatihan Design Thinking pada Siswa-Siswi SMAK Frateran Surabaya. 2020-06-25T09:05:35+00:00 Wendra Hartono wendra.hartono@ciputra.ac.id <p><em>Training of Entrepreneurship needed to be taught early as possible to students in school. In this social responsibility training, Universitas Ciputra Surabaya collaborate together with SMAK Frateran Surabaya, teaches the character of entrepreneurship with the programmed name is Social Science 4.0 comprehensively since SMA with grade X to XII first semester. One of the Social Science 4.0 activity taught is design thinking. This design thinking training was taught to the students who are in grade X second semester. The aim for this training is to teach students about design thinking process which consist of empathize, define, ideate, prototype, and test which have been related to real case problem in their canteen school. The Method of implementation for this social responsibility consists of planning, coorditation, training and evaluation activity. Conclusion from this social responsibility activity is students are able to implement the design thinking process well and they can find creative and innovative solution to the shopkeeper in Frateran Canteen School.</em></p> <p>&nbsp;</p> Copyright (c)